Langsung ke konten utama

KEJORA MALAM

KEJORA MALAM



Rinduku menjelajah pada kesepian malam
Mata yang terpejam membayangkan pujaan
Menitip hati pada sang rembulan

Ketika Menatap bintang yang menatap kembali padaku
Berbisik Rasa dibuai kejora
Angin yang bersuara mencoba menakutiku
Dalam Gelap hati berucap sedih

Bayangan Dirimu terjebak dalam sebuah mimpi
Langit yang penuh dengan awan hitam
menandakan bahwa sudah tak ada
Dan menolak kerinduanku ini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEBUAH KEHIDUPAN

" Pos! " Suara pengantar pos terdengar memanggil didepan rumah, aku bergegas membuka pintu dan menghampiri bapak pos. "Ada surat untuk saya pak?" "Saudara reza?" bapak pos bertanya kepadaku. "Iyah pak, saya sendiri" jawabku. "Oh,..ini suratnya dan tolong tandatangani disini". Sembari menyodorkan bukti penerimaan untukku. "Terimakasih pak" "Sama-sama, mari .." seraya menghidupkan kembali sepeda motornya untuk menghantarkan surat kepada yang lainnya. Ku pandangi surat yang baru saja aku terima,aku tidak berani membukanya aku membawanya kedalam tanpa membukanya terlebih dahulu. Aku tahu surat ini berasal dari universitas yang memberikan beasiswa untukku. "Surat dari siapa reza?" Aku terkejut mendengar ibuku bertanya perihal surat yang aku terima, aku tidak tahu kalau ibuku memperhatikanku sedari tadi. "Bukan dari siapa-siapa bu" aku mencoba menghindar. "Mengapa tidak kau baca nak?...

TOPENG

TOPENG... Aku yang bodoh Apa kau yang bodoh Aku yang bermain Apa kau yang memainkannya Kau yang benar baik Apa kau yang berpura-pura baik Seperti fatamorgana Pangeran yang berubah-ubah rupa Memerankan tokoh topeng yang berbeda-beda Dimana satu topeng bisa Memerankan berbagai karakter Baikmu bisa juga bermaksud jahat Topeng... Itulah seni kehidupan @Finaanissaurifat