Langsung ke konten utama

LOGIKA DAN HATI

LOGIKA DAN HATI

Salah jika aku terus mengagumimu?
Salah jika aku terus memimpikanmu?
Salah jika aku menginginkanmu?
Kalau semua ini termasuk kesalahan
Kenapa tuhan mempertahankan rasa ini?
Logika tak harus beriringan dengan hati
Logika bilang ini sebuah kesalahan
Hati bilang ini sebuah keindahan
Lalu aku coba mencari pembenaran diri
Aku memilih mengikuti kata hati
Aku memilih yang katanya lebih berarti
Tapi logika menamparku, menegurku dan berkata, ini hanya imitasi
Ini cuma perangkap hati
Ah, tapi senyum itu...
Ya, cuma senyum itu yang mampu kembalikanku
Kembali dari logika dan berpihak kehati lagi

Karawang, 2 Maret 2018
Fina Anis Saurifat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEBUAH KEHIDUPAN

" Pos! " Suara pengantar pos terdengar memanggil didepan rumah, aku bergegas membuka pintu dan menghampiri bapak pos. "Ada surat untuk saya pak?" "Saudara reza?" bapak pos bertanya kepadaku. "Iyah pak, saya sendiri" jawabku. "Oh,..ini suratnya dan tolong tandatangani disini". Sembari menyodorkan bukti penerimaan untukku. "Terimakasih pak" "Sama-sama, mari .." seraya menghidupkan kembali sepeda motornya untuk menghantarkan surat kepada yang lainnya. Ku pandangi surat yang baru saja aku terima,aku tidak berani membukanya aku membawanya kedalam tanpa membukanya terlebih dahulu. Aku tahu surat ini berasal dari universitas yang memberikan beasiswa untukku. "Surat dari siapa reza?" Aku terkejut mendengar ibuku bertanya perihal surat yang aku terima, aku tidak tahu kalau ibuku memperhatikanku sedari tadi. "Bukan dari siapa-siapa bu" aku mencoba menghindar. "Mengapa tidak kau baca nak?...

KEJORA MALAM

KEJORA MALAM Rinduku menjelajah pada kesepian malam Mata yang terpejam membayangkan pujaan Menitip hati pada sang rembulan Ketika Menatap bintang yang menatap kembali padaku Berbisik Rasa dibuai kejora Angin yang bersuara mencoba menakutiku Dalam Gelap hati berucap sedih Bayangan Dirimu terjebak dalam sebuah mimpi Langit yang penuh dengan awan hitam menandakan bahwa sudah tak ada Dan menolak kerinduanku ini

TOPENG

TOPENG... Aku yang bodoh Apa kau yang bodoh Aku yang bermain Apa kau yang memainkannya Kau yang benar baik Apa kau yang berpura-pura baik Seperti fatamorgana Pangeran yang berubah-ubah rupa Memerankan tokoh topeng yang berbeda-beda Dimana satu topeng bisa Memerankan berbagai karakter Baikmu bisa juga bermaksud jahat Topeng... Itulah seni kehidupan @Finaanissaurifat