Langsung ke konten utama

PERNAHKAH?..

PERNAHKAH?...

Pernahkah?
Pernahkah, kau menatap malam yang begitu pekat?
Sementara tubuhmu menggigil menahan gejolak?
Aku pernah...
Pernahkah, kau merasa bahwa tak ada satupun yang tahu keadaanmu sesungguhnya?
Sementara tawamu, senyum riangmu hanyalah hiasan pelengkap?
Aku pernah...
Ku hitung setiap waktu yang mendekat...
Ku hitung setiap jam yang berdetak...
Ku hitung langkah kaki yang pergi dariku...
Dengan isak tangis yang tak terlupakan...
Wajahmu muram sementara cintanya masih menggebu untukku...
Tapi tak pernah ku hitung berapa kali aku jatuh hati padanya...
Pernahkah, sedikit saja kau mengenangku?
Meski yang terkenang hanyalah impian yang tak kunjung tiba?
Aku masih disini...
Setiap hari...ditahun yang berbeda...
Karna jantungku masih berdetak tentang kamu...
Tentang kita yang pernah saling mencintai...


Follow :
Ig         : @Finaansaurifat
Twitter : @FinaANsaurifat
Youtube : Fina Anissaurifat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEBUAH KEHIDUPAN

" Pos! " Suara pengantar pos terdengar memanggil didepan rumah, aku bergegas membuka pintu dan menghampiri bapak pos. "Ada surat untuk saya pak?" "Saudara reza?" bapak pos bertanya kepadaku. "Iyah pak, saya sendiri" jawabku. "Oh,..ini suratnya dan tolong tandatangani disini". Sembari menyodorkan bukti penerimaan untukku. "Terimakasih pak" "Sama-sama, mari .." seraya menghidupkan kembali sepeda motornya untuk menghantarkan surat kepada yang lainnya. Ku pandangi surat yang baru saja aku terima,aku tidak berani membukanya aku membawanya kedalam tanpa membukanya terlebih dahulu. Aku tahu surat ini berasal dari universitas yang memberikan beasiswa untukku. "Surat dari siapa reza?" Aku terkejut mendengar ibuku bertanya perihal surat yang aku terima, aku tidak tahu kalau ibuku memperhatikanku sedari tadi. "Bukan dari siapa-siapa bu" aku mencoba menghindar. "Mengapa tidak kau baca nak?...

KEJORA MALAM

KEJORA MALAM Rinduku menjelajah pada kesepian malam Mata yang terpejam membayangkan pujaan Menitip hati pada sang rembulan Ketika Menatap bintang yang menatap kembali padaku Berbisik Rasa dibuai kejora Angin yang bersuara mencoba menakutiku Dalam Gelap hati berucap sedih Bayangan Dirimu terjebak dalam sebuah mimpi Langit yang penuh dengan awan hitam menandakan bahwa sudah tak ada Dan menolak kerinduanku ini

TOPENG

TOPENG... Aku yang bodoh Apa kau yang bodoh Aku yang bermain Apa kau yang memainkannya Kau yang benar baik Apa kau yang berpura-pura baik Seperti fatamorgana Pangeran yang berubah-ubah rupa Memerankan tokoh topeng yang berbeda-beda Dimana satu topeng bisa Memerankan berbagai karakter Baikmu bisa juga bermaksud jahat Topeng... Itulah seni kehidupan @Finaanissaurifat