Langsung ke konten utama

HANYA AKU DAN KERINDUAN

HANYA AKU DAN KERINDUAN

Larut Malam berbalut kalut penat dalam fikiran
Terengah gelisah menarik nafas tak karuan
Memikirkan entah apa yang terfikir
Malam ini ku terduduk dalam dzikir
Niscaya akan mengerti apa yang termaksud dalam hati
Keheningan membuatku terus terkalut-kalut dan akhirnya sendiri
Sepiku semakin membuatku merindu dalam hati yang pilu akan rasa yang kelabu
Berfikir entah apa dan mencari entah untuk apa
Dalam hati selalu ada gundah yang lama terpendam dan akhirnya tergugah dalam angan
Ingin sekali aku ungkapkan rasa yang aneh ini
Rasa yang sering mengganggu tidurku setiap malam
Yang datang membawa senyum kebahagiaan dan pergi tinggalkan kerinduan.

Karawang, 12 Oktober 2018
Fina Anis Saurifat

Komentar

Unknown mengatakan…
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

Postingan populer dari blog ini

SEBUAH KEHIDUPAN

" Pos! " Suara pengantar pos terdengar memanggil didepan rumah, aku bergegas membuka pintu dan menghampiri bapak pos. "Ada surat untuk saya pak?" "Saudara reza?" bapak pos bertanya kepadaku. "Iyah pak, saya sendiri" jawabku. "Oh,..ini suratnya dan tolong tandatangani disini". Sembari menyodorkan bukti penerimaan untukku. "Terimakasih pak" "Sama-sama, mari .." seraya menghidupkan kembali sepeda motornya untuk menghantarkan surat kepada yang lainnya. Ku pandangi surat yang baru saja aku terima,aku tidak berani membukanya aku membawanya kedalam tanpa membukanya terlebih dahulu. Aku tahu surat ini berasal dari universitas yang memberikan beasiswa untukku. "Surat dari siapa reza?" Aku terkejut mendengar ibuku bertanya perihal surat yang aku terima, aku tidak tahu kalau ibuku memperhatikanku sedari tadi. "Bukan dari siapa-siapa bu" aku mencoba menghindar. "Mengapa tidak kau baca nak?...

KEJORA MALAM

KEJORA MALAM Rinduku menjelajah pada kesepian malam Mata yang terpejam membayangkan pujaan Menitip hati pada sang rembulan Ketika Menatap bintang yang menatap kembali padaku Berbisik Rasa dibuai kejora Angin yang bersuara mencoba menakutiku Dalam Gelap hati berucap sedih Bayangan Dirimu terjebak dalam sebuah mimpi Langit yang penuh dengan awan hitam menandakan bahwa sudah tak ada Dan menolak kerinduanku ini

TOPENG

TOPENG... Aku yang bodoh Apa kau yang bodoh Aku yang bermain Apa kau yang memainkannya Kau yang benar baik Apa kau yang berpura-pura baik Seperti fatamorgana Pangeran yang berubah-ubah rupa Memerankan tokoh topeng yang berbeda-beda Dimana satu topeng bisa Memerankan berbagai karakter Baikmu bisa juga bermaksud jahat Topeng... Itulah seni kehidupan @Finaanissaurifat